materi bahasa jawa untuk SD

Materi Bahasa Jawa Kelas 6 SD

Tujuan: untuk mengingat dan melestarikan kebudayaan jawa

  1. Aksara carakan,

Atau disebut juga dengan aksara inti ini memiliki 20 huruf. Diantaranya yaitu:

images (1)

 

  1. Aksara pasangan

Aksara ini digunakan untuk menekankan vocal konsonan di depannya.

 

images (1)

 

  1. Tanda baca (Sandhangan)

Merupakan tanda yang digubakan pada setiap huruf dalam bahasa, contohnya: koma, titik, awal atau akhir kalimat, dll.

images (2)Untitled4

Laporan Praktikum Pengukuran

Laporan Praktikum Fisika “Pengukuran – 1”

Diah Wahyu Utaminingtyas/ 151134147/ 3D

Tujuan:

Pengukuran benda berfungsi untuk mengetahui volume, panjang, lebar, luas, keliling dll. Sedangkan pada pengukuran panjang bertujuan untuk mengukur diameter alas gelas dengan bantuan kamera. Pengukuran massa dan volume benda tak beraturan bertujuan untuk mengukur massa dan volume benda tak beraturan. Pengukuran suhu dan waktu bertujuan untuk mengukur suhu menggunakan thermometer dan mengukur waktu menggunakan stopwatch.

Data dan pembahasan

Pada percobaan pertama diketahui diameter pada foto 6 cm dan panjang foto pada isolasi 2 cm. Diameter gelas yang sesungguhnya adalah  6 cm, dengan cara menghitungnya yaitu

peng1

Berdasarkan kegiatan dipercobaan pertama, hal yang perlu diperhatikan agar perhitungan diameter gelas menjadi akurat yaitu: tata letak kamera yang digunakan (harus sejajar), ke-fokusan dalam menentukan diameter pada foto gelas dan diameter gelas sesungguhnya. Apabila ingin mengukur kedalaman sumur tidak bisa menggunakan metode ini karena kita tidak bisa mengetahui dasar atau alas pada sumur dan untuk memfotonya juga tidak bisa sejajar dengan alas pada gelas.

Pada percobaan kedua, diketahui air dalam gelas ukur 4 cm dan hasil pengukuran:

  Benda Massa (kg) Berat (N)  
  Batu kerikil 0,0488 kg 0,0488 x 10 = 0,488 N  
  kelereng 0,0042 kg 0,0042 x 10 =  0,042 N  
  Baterai bekas 0,0869 kg 0,0869 x 10 = 0,869 N  
  Beban besi 0,2244 kg 0,2244 x 10 = 2,244 N  
volume awal air: V = π rt  
      =  3,14 . 32. 4  
      = 3,14 . 9 . 4  
      = 113,04 cm2

 

 
Benda Tinggi air sesudah benda dimasukan Volume akhir air Volume benda
Batu kerikil 5 cm 141,3 cm3 28,26 cm3
Kelereng 4,6 cm 129,996 cm3 16,956 cm3
Baterai bekas 5,3 cm 149,778 cm3 36,738 cm3
Beban besi 4,8 cm 135,648 cm3 22,608 cm3

Menghitung volume benda = volume akhir air – volume awal air

Menghitung volume akhir air:

V akhir batu krikil = 3,14 . 32 . 5 V akhir kelereng = 3,14 . 32 . 4,6
                               = 141,3 cm3                             = 129,996 cm3
V akhir baterai bekas = 3,14 . 32 . 5,3 V akhir beban besi = 3,14 . 32 .4,8
                                   = 149, 778 cm3                                = 135,648 cm3

 

Jadi hal-hal yang perlu dilakukan agar perhitungan nya tepat yaitu: sudah mengetahui penggunaan neraca lengan, saat melakukan perhitungan pastikan angkanya sesuai, dan menghitung secara teliti.

Pada percobaan ketiga, diketahui hasil pengamatan dari pengukuran suhu dan waktu:

Suhu air (Derajat Celcius)

Waktu (Detik)

Suhu mula-mula 30 0
40 1,01
50 1,47
60 2,33
70 3,28
80 4,31
90 5,38

Bisa diketaui air yang akan dipanaskan memiliki suhu awal 30oC, setelah dipanaskan suhu air mencapai kenaikan suhu 10oC dalam waktu 1,01 detik dengan suhu 40oC; setelah 1,47 detik kemudian suhu menjadi 50oC; setelah 2,33 detik kemudian suhu menjadi 60oC; setelah 3,28 detik kemudian suhu menjadi 70oC; setelah 4,31 detik kemudian suhu menjadi 80oC; setelah 5,38 detik kemudian suhu menjadi 90oC. dalam kenaikan suhu waktu yang diperlukan berbeda karena api yang digunakan tidak stabil tetapi dapat mencapai pada titik didih. Pengukuran ini menggunakan stopwatch untuk mengetahui waktu (detik) dan thermometer untuk mengetahui suhu. Dalam menggunakan stopwatch perlu diperhatikan ketepatan saat menekan tombol start dan pastikan pula pada awal dalam keadaan nol. Sedangkan cara menggunakan thermometer yag tepat yaitu pastikan ujungg pada thermometer tidak mengenai dasar gelas dan posisinya tidak berubah ataupun bergeser.

Dapat disimpulkan dari ketiga percobaan di dalam materi pengukuran ini dapat mengukur dengan bantuan kamera, penggaris; untuk mengukur massa dan volme benta tak berukuran dapat menggunakan neraca lengan serta menghitung dengan rumus volume awal air dan benda; untuk pengukuran suhu dan waktu dapat menggunakan thermometer dan stopwatch.

Praktikum Gerak Lurus

Laporan Praktikum Fisika Percobaan 3

GERAK LURUS

Diah Wahyu Utaminingtyas/ 151134147/ 3D

Tujuan:

Pada gerak lurus beraturan bertujuan untuk memahami ciri-ciri / watak benda yang bergerak lurus beraturan, dan dapat menentukan kecepatan benda bergerak lurus beraturan. Pada gerak lurus berubah beraturan, percepatan benda yang bergerak lurus bertujuan untuk memahami ciri-ciri / watak benda dan dapat percepatan dan perlambatan benda yang bergerak lurus berubah beraturan. Pada perlambatan benda karena [engaruh gaya gesek bertujuan untuk menghitung perlambatan benda pada berbagai lintasan dan membedakan tiga perlambatan benda pada berbagai lintasan.

Data dan pembahasan

  1. Gerak lurus beraturan

Kecepatan rata-rata kereta pada GLB

Percobaan ke- Jarak (meter) Waktu (detik) Kecepatan (meter/detik)
1 1 meter 1,5 detik 0,66 m/s
2 1 meter 1,3 detik 0,76 m/s
3 1 meter 0,9 detik 1,11 m/s

Perhitungan

Percobaan 1: v= s/t = 1/1,5 = 0,66 m/s rata-rata kecepatan= 0,66+0,76+1,11

3

= 0,84 m/s

Percobaan 2 : v= s/t = 1/1,3 = 0,76 m/s
Percobaan 3: v= s/t = 1/0,9 = 1,11 m/s

Untuk masing-masing percobaan berbeda karena  setiap dorongan yang diberikan pada kereta kecepatan yang diberikan berbeda-beda.

  1. Gerak lurus berubah beraturan
  2. Percepatan benda yang bergerak lurus
Percobaan ke- Berat (gr) Jarak (meter) Waktu (detik) Kecepatan (meter/detik)
1 50 gr 0,4 m 1,63 m2/s 1,14 m/s
2 40 gr 0,4 m 0,80 m2/s 0,80 m/s
3 30 gr 0,4 m 0,25 m2/s 0,44 m/s

Perhitungan:

ɑ= 2s/t = 2,04/0,702 = 1,63 m/s2 V= a.t = 1,63.0,70 = 1,14 m/s
ɑ= 2s/t = 2,04/1,02 = 0,08 m/s2 V= a.t = 0,8.1,0 = 0,8 m/s
ɑ= 2s/t = 2,04/1,792 = 0,25 m/s2 V= a.t = 0,25.1,78 = 0,44 m/s

 

  1. Perlambatan benda karena pengaruh gaya gesek
Variasi alas Waktu (detik) Kecepatan (m/s)
Karton saja 0,34 detik 1,17 m/s
Karton dilumuri tepung 0,32 detik 1,25 m/s
Karton dilumuri garam 0,47 detik 0,85 m/s
Karton dilumuri serbuk gabus 0,63 detik 0,63 m/s
Karton dilumuri pelumas 0,28 detik 1,42 m/s

 

Urutan dari yang paling cepat ke lambat adalah karton dilumuri pelumas, karton dilumuri tepung, karton saja, karton dilumuri garam, karton dilumuri gabus.

Grafik

ft

Lintasan dengan kecepatan tinggi: Karton dilumuri serbuk gabus. Karena gabus mempunyai massa yang ringan jadi saat kereta lewat menjadi cepat dan seakan mobil mainan itu tidak melewati gaya gesek yang besar.

Lintasan dengan kecepatan rendah adalah karton yang dilumuri pelumas, karena jalanan untuk mobil main itu mempunyai gaya gesek yang tinggi.

Kesimpulan

Gerak lurus beraturan merupakan gerak yang mempunyai kecepatan yang tetap atau konstan, kecepatan gerak benda yang bergerak lurus ini dapat dihitung menggunakan rumus.

Gerak Lurus Berubah Beraturan apabila benda tersebut bergerak dengan percepatan tetap. Yang percepatan sendiri merupakan perubahan kecepatan setiap satuan waktu.

kelangsungan Hidup Makhluk Hidup “Adaptasi”

Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

“Adaptasi”

(sumber: Modul UAS Diah Wahyu)

 

Pengertian: Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan hidup.

Tujuan : mengetahui penyesuaian diri makhluk hidup terhadap perunahan lingkungan hidup.

Macam-macam adaptasi:

  1. Adaptasi Morfologi

Merupakan penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Berfungsi untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan cara ia mendapatkan makanan dan menyesuaikan dengan bentuk tubuhnya sebagaimana ia tinggal. Contoh:

  1. Bentuk kaki burung; paruh burung
    images (8)
  2. bentuk mulut serangga dan bentuk alat gerak depan
  3. xerofit; higrofit; hidrofit
    images (9)

 

  1. Adaptasi fisiologi

Merupakan penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap lingkungan. Adaptasi ini menyangkut tentang fungsi oragan bagian dalam makhluk hidup. Contoh:

  1. Tubuh berkeringat apabila udara panas
  2. Tubuh membentuk eritrosit lebih banyak bila berada di dataran tinggi
  3. Herbivora mempunyai enzim selulose dalam system pencernaan untuk membantu mencerna selulose
  4. Indra penciuman, pendengaran dan penglihatan yang tajam pada beberapa hewan
  5. Penyesuaian fungsi kerja sel retina mata disesuaikan dengan intesitas cahaya

adaptasi-fisiologi.jpg

  1. Adaptasi tingkah laku

Merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi ini berhubungan dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau melindungi diri dari pemangsa. Contoh:

  1. Paus yang sering muncul kepermukaan untuk menghirup udara
  2. Cicak autotomy; untuk mengelabuhi mangsa
  3. Bunglon mimikri; untuk mengelabuhi mangsa
  4. Kerbau berkubang; untuk menurunkan suhu tubuh
  5. Pohon jati meranggas; untuk mengurangi penguapan

kelangsungan-hidup-mahluk-hidup-14-638.jpg

Factor-faktor yang mempengaruhi adaptasi pada lingkungan air:

  1. Kadar garam dan kadar oksigen
  2. Intesitas cahaya
  3. Kedalaman air
  4. Arus air, arus deras

 

Factor-faktor yang mempengaruhi adaptasi pada lingkungan darat:

  1. Kadar air (contoh pada unta mempunyai cadangan air dan kaktus mempunyai akar panjang, tebal dan daun berduri)
  2. Suhu lingkungan (estivasi dan hibernasi)

Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya

318435_4726603c-535c-11e5-97e0-b0b549bc7260.jpg

Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya

Oleh: Diah Wahyu Utaminingtyas (151134147)

Pada dasarnya makhluk hidup di dunia ini mempunyai tempat tinggal dan makanan yang berbeda-beda, dengan cara yang berbeda pula mereka mempunyai cara untuk mempertahankan hidupnya. Hewan atau binatang yang hidup di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, salah satunya yang akan dibahas pada saat ini yaitu penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Disini akan dibahas sedikit mengenai penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya, materi kelas IV SD.

Penggolongan Hewan berdasarkan Jenis Makanan digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :

  1. Herbivora
    Herbivora merupakan hewan pemakan tumbuhan. Tumbuhan yang dimakan oleh hewan ini pun berbagai macamnya. Herbivora dapat memakan bagian tumbuhan berupa daun, batang, biji dan juga umbi-umbian.
    contoh hewan herbivora antara lain Sapi, Kambing, Kuda, Kelinci dan lain sebagainya.
  2. Karnivora
    Karnivora merupakan hewan pemakan daging. Ciri-ciri hewan karnivora : apabila mamalia : berkaki empat, gigi tajam, hidup di darat, ovipar (beranak).
    contoh Hewan Karnivora diantaranya adalah Kucing, Singa, Harimau, Anjing, Serigala dan masih banyak lagi.
  3. Omnivora
    Omnivora merupakan hewan Pemakan Daging dan Tumbuhan. Ciri-ciri hewan omnivora : Berkembang biak secara ovipar, berdarah panas/dingin, mengerami telurnya, berkaki dua. ontoh Hewan Omnivora diantaranya Tikus dan Ayam.

 

Fotosintesis pada Tumbuhan

FOTOSINTESIS 

proses-fotosintesis-1-638

Oleh: Diah Wahyu Utaminingtyas (151134147)

Materi ini bertujuan untuk memberikan sedikit gambaran mengenai fotosintesis pada materi kelas V SD. Seperti yang kita ketahui, fotosintesis terjadi apabila tumbuhan itu mempunyai klorofil atau yang biasa disebut dengan hijau daun.

Fotosintesis merupakan suatu proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dengan bantuan energi cahaya. Fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil (zat hijau daun). Agar bisa berfotosintesis, tumbuhan membutuhkan bahan-bahan seperti: air, CO2, klorofil, dan cahaya matahari. Hasil yang diberikan tumbuhan yaitu berupa oksigen dan zat gula.

Factor yang mempengaruhi :

  1. Cahaya; sumber energi fotosintetis
  2. Tahap pertumbuhan
  3. Pigmen penyerapan cahaya
  4. Suhu atau temperature
  5. Kadar hasil fotosintetis (fotosintat)
  6. Ketersediaan CO2 dan H2O

Fotosintetis sendiri berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, membantu perkembangbiakan, membantu pernafasan sel-sel tumbuhan, membantu pergerakan tumbuhan, menghasilkan cadangan makanan untuk tumbuhan.

Proses fotosintetis:

proses-fotosintesis

Makanan cadangan yang dihasilkan dari fotosintesis dapat disimpan di dalam umbi, buah, biji dan batang.

  • Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam umbi, contohnya: kentang, wortel, talas, singkong, bawang, dan ubi jalar.
  • Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam buah contohnya: avokad, mangga, jeruk, nanas, pisang, pepaya, durian dan anggur.
  • Contoh Tumbuhan yang menyimpan cadangan di dalam biji adalah: kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah, dan kacang hijau.
  • Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam batang adalah tebu dan sagu.